Apa Itu Oksidan Dan Antioksidan



Oksidan disebut juga ‘radikal bebas’, merupakan molekul – molekul asing yang sangat reaktif didalam tubuh dan kereaktifannya tersebut merusak molekul – molekul tubuh, sehingga merusak sel, jaringan & bahkan DNA. 
Kerusakan sel – sel dalam jumlah banyak akan sangat berdampak buruk bagi tubuh, karena dapat membuat penuaan dini & bahkan memicu terbentuknya sel – sel kanker.
Oksidan ini umumnya berasal dari udara yang tercemar (polusi), bahan pengawet, makanan yang tercemar zat – zat kimia (seperti pestisida) dan sebagainya.
Karena itu tubuh kita memiliki sistem pertahanan khusus bernama ‘antioksidan’ dengan tiga lapis benteng pertahanan untuk menghadapi oksidan – oksidan.
  • Antioksidan Primer; Bertugas untuk mencegah pembentukan senyawa – senyawa radikal bebas baru, dengan membuat molekul – molekul oksidan menjadi stabil (tidak reaktif) sebelum sempat bereaksi dengan tubuh.
  • Antioksidan Sekunder; Bertugas untuk menjinakkan molekul – molekul radikal bebas dan mencegah terjadinya reaksi berantai (lanjutan), sehingga tubuh tidak mengalamami kerusakan yang lebih parah.
  • Antioksidan Tersier; Bertugas untuk memperbaiki sel – sel dan jaringan – jaringan tubuh yang rusak, akibat oksidan.
Beberapa vitamin ternyata adalah antioksidan – antioksidan penting bagi tubuh, contohnya vitamin A, C & E.
Sayur dan buah sebagai sumber vitamin & antioksidan alami.
  • Vitamin A; Vitamin A terdiri dari retinol, retinal, asam retinol, karotenoid dan beta karoten. Retinol & betakaroten merupakan antioksidan primer yang akan menetralkan radikal bebas. Selain itu Vitamin A juga merupakan antioksidan tersier dengan bekerjasama dengan vitamin C & E untuk melindungi bagian – bagian tubuh tertentu, seperti kulit membran, mukosa, kelenjar timus dan jaringan limfoid.
  • Vitamin C; Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan sekunder  karena dapat melemahkan & menetralkan radikal – radikal bebas menjadi lebih stabil.
  • Vitamin E; Vitamin E berfungsi sebagai antoksidan sekunder dengan menstabilkan molekul – molekul radikal bebas, sehingga tidak begitu membahayakan bagi tubuh.
Beberapa vitamin & komponen – komponen tubuh dalam menjalankan fungsinya sebagai antioksidan, contohnya kerjasama antara Vitamin C, Vitamin E & Enzim Glutanin.
Vitamin E akan menangkap dan berusaha menstabilkan radikal bebas, tetapi justru vitamin E terkontaminasi dan berubah menjadi Vitamin E radikal (yang terkontaminasi), lalu Vitamin C akan bereaksi terhadap Vitamin E radikal namun ikut terkontaminasi & menjadi Vitamin E radikal. Selanjutnya enzim glutation akan menstabilkan vitamin C radikal tanpa ikut menjadi radikal juga.
Karena itu penting bagi kita untuk mengkonsumsi sayur dan buah - buahan alami, untuk membentuk aktiosidan - aktiosidan alami agar tubuh kita tetap sehat dan kuat.

Seorang pelajar Indonesia, yang tertarik dengan ilmu pengetahuan serta agama dan ingin berguna untuk masyarakat, dengan mensharing ilmu - ilmu yang dimilikinya ;)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
20 Mei 2016 15.14 delete

Wah, sangat bermanfaat sekali. Saya baru tahu kalo anti oksidan itu ada tipe-tipenya. Makasih banyak gan informasi nya.. sangat recomended untuk dibaca..(y)

Reply
avatar

Silahkan masukkan komentar anda dengan sopan