Makna & Arti Ketuhanan Yang Maha Esa Versi Thorik Ibr.


Topik yang akan saya bahas kali ini adalah "Makna & Arti Dari Ketuhanan Yang Maha Esa" tetapi dalam sudut pandang saya, topik ini di pilih karena sebentar lagi kita akan merayakan Ulang Tahun Negara Indonesia yang ke 71 (pembuatan postingan ini 5 hari sebelum hut RI ke 71), sehingga kita berada dalam nuansa nasionalisme yang berapi - api.

Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan isi dari sila pertama pada pancasila, sila ini disimbolkan dengan bintang berlatar belakang berwarna hitam, gambar bintang berwarna keemasan ini menggambarkan cahaya yang memiliki arti bahwa tuhan merupakan cahaya bagi roh/jiwa kita, dan latar belakang hitam menyimbolkan warna awal dari alam semesta ini, yang berarti ketika alam semesta ini masih berwarna hitam atau kosong karena tidak ada apapun, Tuhan sudah ada dan ia menciptakan isi – isinya.

Bila kita lihat dari sejarahnya sila ini merupakan sila yang paling unik karena hanya dia satu – satunya sila yang pernah dirubah, dari yang sebelumnya berbunyi “Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk – Pemeluknya” pada Piagam Jakarta yang dirubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”,  pada 18 Agustus 1945, karena isinya yang terlalu berpihak terhadap umat Muslim saja & tidak cocok untuk orang yang beragama non muslim.

Pelajari lebih dalam tentang sejarah pembuatan Pancasila dengan mengklik tulisan ini.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini memiliki arti yang sangat universal dan luas, sehingga setiap orang bisa memiliki pendapat yang berbeda dalam mendefinisikan kata “Ketuhanan Yang Maha Esa” ini.

  • Ada yang mengartikannya dengan dimanapun kita berada, kita berada dibawah langit ciptaan Tuhan yang sama, diciptakan oleh Tuhan yang sama & menyembah Tuhan yang sama, hanya nama dan caranya saja yang berbeda.
  • Ada yang mengartikannya dengan setiap orang pasti hanya memiliki satu Tuhan (agama/keyakinan) di hatinya.
  • Ada yang mengartikannya dengan Tuhan itu memang benar – benar hanya berjumlah satu (esa).
Dan masih ada banyak lagi...

Tetapi dari semua perbedaan pendapat semua yang ada, pasti mereka semua setuju bahwa ia tidak berhak untuk ikut campur dalam mengurusi kepercayaan orang lain dengan mengatakan bahwa keyakinannya lah yang benar & memaksa orang lain secara paksa untuk mengikuti keyakinannya, karena Lakum Dinukum Waliyadin (untukmu agamamu, untukku agamaku) [QS. Al-Kafirun: Ayat 6]. 

Dari semua definisi dan pendapat tersebut, bagi saya semua itu belum benar – benar mendefinisikan arti dari “Ketuhanan Yang Maha Esa” itu sendiri, bukan berarti saya tidak setuju & menolak semua pendapat yang ada, tetapi pendapat – pendapat tersebut belum benar – benar memuaskan hati saya tentang definisi dari “Ketuhanan Yang Maha Esa” lalu saya mencoba menggalinya sendiri dan ternyata hasilnya luar biasa, bahkan bagi saya arti Ketuhanan Yang Maha Esa tidak hanya mencakup semua umat beragama saja, tetapi bahkan juga mencakup orang – orang yang tidak beragama & tidak percaya Tuhan/ ateis sekalipun, bingung kan, hehe…


Bagi saya pribadi Ketuhanan Yang Maha Esa, itu memiliki arti "Sifat – Sifat Tuhan Yang Nomor Satu".


Berasal dari kata "Ketuhanan", yang berarti Sifat – Sifat Tuhan/ seperti Tuhan, contoh lainnya keadilan yang berarti juga sifat – sifat adil, kemarahan yang berarti sifat – sifat marah, begitu juga dengan ketuhanan yang memiliki arti sifat – sifat Tuhan atau seperti Tuhan, lalu kata "Yang Maha Esa" yang memiliki arti Yang nomor 1

Sehingga Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki arti Sifat – Sifat Tuhan Yang Nomor 1 (Yang Paling Diutamakan).

Yup sifat – sifat Tuhan yang nomor 1, saya yakin bahwa setiap agama pasti memiliki Tuhan yang baik & memberikan kedamaian, jadi dengan menjadikan sifat – sifat Tuhan sebagai pedoman utama dalam bersikap dan menirunya, maka secara otomatis kita juga akan menjadi orang yang baik & memberikan kedamaian (karena bermanfaat) bagi sesama.

Tetapi dengan meniru sifat – sifat Tuhan bukan berarti kita ingin menjadi Tuhan, karena Tuhan sendiri adalah yang Maha (hebat), jadi sehebat apapun anda, kehebatan anda tidak akan pernah bisa setara dengan kehebatan Tuhan, tetapi dengan meniru kehebatan Tuhan, Anda juga akan menjadi semakin hebat.

Begitu juga pada agama saya "Islam", di dalam ilmu Islam sifat – sifat Tuhan (Allah) sudah tertera pada Asmaul Husna, yang didalamnya berisi 99 nama – nama Allah dan juga 99 sifat – sifat Allah. 

Bahkan saking istimewanya asmaul Husna ini, Nabi Muhammad SAW sendiri berkata “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama; barang siapa memahaminya akan masuk surga[Hr. Al-Bukhari & Muslim]”.
Yup betul, dengan memahami & meniru sifat – sifat Tuhan maka Insya Allah kita akan lebih mudah untuk masuk surga, karena sifat - sifatnya yang mulia & terhormat (karena berderajat tinggi) akan membuat anda menjadi bermanfaat bagi kehidupan di sekitar anda dan juga diri anda sendiri. 

Dan Nabi Muhammad SAW, sendiri berkata “sebaik – baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”, karena dengan bermanfaat dan berbuat baik bagi orang lain, kita juga telah berbuat baik bagi diri kita sendiri [QS. Al-Isra: Ayat 7].

Jadi bila semua orang di Indonesia ini benar – benar  bisa bermanfaat bagi orang lain, maka akan lebih mudahlah bagi kita (bangsa Indonesia) untuk membentuk negara Indonesia yang adil & makmur.

Dan untuk menjadi orang yang bermanfaat bisa dilakukan dengan menerapkan sifat – sifat Tuhan seperti Ar Rahim (Maha Penyayang), As Shabuur (Maha Sabar), Al-Lhatif (Maha Lembut), Al Hakim (Maha Bijaksana) dan sifat – sifat Tuhan yang lainnya, dengan begitu anda akan menjadi bermanfaat bagi orang lain (dalam hal positif tentunya), dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain maka ia juga termasuk orang yang mengamalkan isi dari Ketuhanan Yang Maha Esa serta mendukung pembentukan negara Indonesia Yang Adil & Makmur.

Begitu juga dengan orang ateis sekalipun, selama ia berbuat baik serta bermanfaat bagi orang disekelilingnya, maka tanpa ia sadari ia telah menerapkan sifat – sifat Tuhan dan telah mengamalkan (menjalankan isi) sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan mendukung pembentukan negara Indonesia yang Adil & Makmur.

Apa bila kita lihat simbol Ketuhanan Yang Maha Esa ini dalam sudut pandang ateis, saat alam semesta ini masih kosong & hitam karena tidak ada apapun, lalu ada cahaya/ sinar yang berupa ledakan (disimbolkan dengan bintang yang memiliki arti cahaya) yang akan membentuk isi - isi dari alam semesta ini (teori big bang).

Karena itu janganlah kita mengejek orang ateis dengan mengatakan “lo gk liat apa pancasila kita yang pertama, ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ yakin lo itu masih orang Indonesia”, janganlah berkata seperti itu, karena makna dan arti dari Ketuhanan Yang Maha Esa itu juga mencakup orang Ateis sekalipun.

Dan mari kita jaga toleransi antar umat beragama dengan saling menghormati orang - orang yang berkeyakinan yang berbeda dengan kita, serta bersama - sama berkontribusi bagi masyarakat di sekitar kita, untuk membangun Indonesia Raya.

Seorang pelajar Indonesia, yang tertarik dengan ilmu pengetahuan serta agama dan ingin berguna untuk masyarakat, dengan mensharing ilmu - ilmu yang dimilikinya ;)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan masukkan komentar anda dengan sopan